Selasa, 10 Desember 2013

“WIN-WIN SOLUTION” METODE TEPAT MENGATASI KONFLIK PENGUSAHA-BURUH DAN MENINGKATKAN KINERJA BISNIS PERUSAHAAN

“WIN-WIN SOLUTION” METODE TEPAT MENGATASI KONFLIK PENGUSAHA-BURUH DAN MENINGKATKAN KINERJA BISNIS PERUSAHAAN
(oleh : Yuni Isnaini Barokah)
            Dalam aksi Mogok Nasional akhir Oktober 2013 kemarin, para  buruh mengajukan Lima tuntutan yaitu:  Pertama, menuntut kenaikan upah minimal sebanyak 50%. Kedua, jaminan kesehatan seluruh masyarakat pada 2014 dapat dijalankan. Ketiga, buruh mengharapkan penghapusan sistem kerja outsourcing termasuk di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keempat, buruh menuntut segera disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) terkait pembantu rumah tangga yang rawan akan kejahatan perdagangan manusia. Kelima, buruh menuntut pemerintah untuk mencabut pemberlakuan Undang-undang Ormas.
            Berkaitan dengan tuntutan kenaikan upah minimum sebanyak 50% itu  ternyata menimbulkan beragam polemik dan masalah baru. Sebagian menganggap bahwa tuntutan itu berlebihan dan tidak rasional serta memberatkan para pengusaha. Dan sebagai reaksi atas tuntutan tersebut, para pengusaha pun memiliki beberapa rencana antara lain:  melakukuan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin, relokasi usaha ke daerah atau negara lain yang upah buruhnya lebih rendah, dan lain sebagainya.
            Konflik antara pengusaha dan buruh ini mungkin akan terus berkepanjangan jika tidak ada penyelesaian yang dapat  memuaskan bagi kedua belah pihak. Untuk itu perlu sebuah metode yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut, salah satunya dengan metode “Win-Win Solution”. Apakah “Wini-Win Solution” itu? Bagaimanakah penerapannya? Berikut penjelasan kami.
MEMAHAMI KONSEP “WIN-WIN SOLUTION”
“Win-win Solution”  adalah sebuah teknik komunikasi negosiasi yang menempatkan kedua belah pihak dalam posisi menang. Dapat pula diartikan sebagai suatu situasi dimana para pihak (umumnya dua pihak) memperoleh keuntungan dan atau kerugian yang relatif seimbang saat memutuskan suatu permasalahan yang melibatkan kepentingan para pihak tersebut.
Menurut Patar Simatupang, dengan 'win-win solution', banyak hal yang bisa diraih. Setidaknya ada tiga jenis kesuksesan yang dapat diraih yaitu:
1. Komunikasi strategi menjadi lebih mudah karena tujuan Anda bukan untuk mengalahkan partner melainkan untuk membantunya.
2. Keuntungan win-win solution dalam komunikasi strategi adalah sebuah keuntungan tidak terbatas karena proyek akan menjadi lebih sempurna dan proyek-proyek selanjutnya akan terbuka.
3. Hati yang gembira akan menjadi milik Anda, juga 'partner' Anda. Tidak ada hal yang lebih berharga dari suasana hati kita ketika mengerjakan sesuatu sendiri maupun dengan orang lain atau team.

PENGERTIAN PENGUSAHA, BURUH, DAN UPAH MINIMUM

Pengusaha adalah setiap orang atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu jenis perusahaan
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan bekerja serta berkedudukan dalam wilayah negara Republik  Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau/laba .
Buruh merupakan orang yang bekerja untuk orang lain yang mempunyai suatu usaha kemudian mendapatkan upah atau imbalan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.upah biasanya diberikan secara harian maupun bulanan tergantung dari hasil kesepakatan yang telah disetujui.
Upah adalah Hak Pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja / buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan / atau jasa yang telah atau akan dikerjakan

Pengertian Upah Minimum menurut KEPMEN No.1 tahun 1999
Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah Minumum ditetapkan oleh Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Pprovinsi dan /atau Bupati/Walikota. (Pasal 89 ayat 3 UUK 13/2003 )

PENERAPAN METODE “WIN-WIN SOLUTION” DALAM UPAYA MENGATASI KONFLIK PENGUSAHA-BURUH DAN MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN
            Beberapa langkah yang bisa ditempuh oleh pengusaha dan buruh berkaitan dengan penerapan metoden “Win-Win Solution” adalah :
1.      Membangun hubungan kerja sama yang harmonis antara pengusaha dan buruh.
Secara struktural hubungan antara pengusaha dan buruh adalah hubungan antara atasan dengan bawahan. Namun sesungguhnya keduanya adalah sebuah teamwork bagi sebuah perusahaan. Karena itu, hubungan keduanya bukan lagi sebagai atasan dan bawahan melainkan hubungan patner kerja yang memiliki sifat saling menguntungkan dan membutuhkan. Untuk itu, perlu dibangun hubungan yang harmonis antara keduanya.
Teamwork sendiri adalah sebuah sebuah bentuk kerjasama yang terdiri dari beberapa Sumber Daya Manusia yang berasal dari background yang berbeda, berkedudukan sejajar dan sederajat, eksis di sebuah organisasi / perkantoran untuk menjalankan komitment dan meraih tujuan yang sama.
Teamwork yang baik akan terwujud apabila ada kesepahaman, keselarasan, komitmen bersama dalam bekerja, dan penyatuan langkah untuk meraih tujuan bersama.
2.      Berupaya untuk saling memahami keinginan, kebutuhan, atau tuntutan masing-masing pihak.
Antara pengusaha dan buruh memiliki keinginan atau tuntutan yang berbeda, yaitu : Pengusaha menginginkan efektifitas produksi sedangkan buruh menginginkan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional). Antara keduanya harus saling memahami keinginan dan tuntutan masing-masing karena hal ini merupakan modal awal untuk menerapkan metode “win-win solution”
3.      Berupaya untuk bisa memenuhi keinginan atau tuntutan masing-masing pihak dan membuat kesepakatan bersama.
Setelah adanya saling memahami, maka langkah selanjutnya adalah saling  berusaha memenuhi keinginan atau tuntutan masing-masing pihak dan membuat kesepakatan bersama.
Sebagai ilustrasi atau contoh: Buruh berjanji akan berusaha untuk meningkatkan kedisiplinan dan kualitas kerjanya. Sedangkan Pengusaha berjanji akan berusaha memenuhi kenaikan UMR. Namun sebelumnya Pengusaha melakukan peninjauan upah dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas. Jika dari hasil peninjauan atau analisis keuangan, perusahaan masih mampu memenuhi kenaikan UMR maka hal itu akan dilakukan oleh perusahaan tersebut. Namun jika hasil analisis perusahaan tidak mampu memenuhi standar kenaikan UMR  maka pengusaha bisa memberikan dua alternatif kepada buruh, (1) Pilih mengundurkan diri atau (2) Tetap bertahan dengan gaji atau upah masih di bawah standar UMR dengan catatan perusahaan akan terus berupaya meningkatkan upah dan kesejahteraan buruh.  Jika ada buruh yang memilih point pertama maka pengusaha bisa mencari tenaga baru atau mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin yang relatif stabil. Jika ada buruh yang memilih point kedua maka dibuatlah kesepakatan tertulis dan selanjutnya pengusaha mengajukan  permohonan penangguhan kenaikan UMR  kepada Gubernur.
4.      Bersinergi untuk melakukan analisa SWOT.
Setelah adanya kesepakatan bersama maka mulailah babak baru dengan melakukan analisa SWOT Perusahaan. Yang melakukan analisa SWOT perusahaan adalah pengusaha, manajemen, atau team yang telah ditunjuk dengan mempertimbangkan masukan dari para buruh.
Menurut Wikipedia, analisa SWOT adalah  metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths,weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Sebagai ilustrasi atau contoh, Perusahaan A memiliki :
a.       kekuatan (strengths) berupa :
-          Memiliki Sumber Daya Manusia yang solid, terampil dan professional.
-          Memiliki tenaga mesin yang canggih.
-          Memiliki kualitas produksi yang bagus.
b.      kelemahan (weaknesses) berupa :
-          Keterbatasan dana untuk produksi dan upah buruh.
-          Manajemen perusahaan yang kurang bagus.
-          Bahan baku mahal sehingga harga barang produksi juga mahal.
c.       peluang (opportunities) berupa :
-          Memiliki pangsa pasar yang luas karena hasil produksi dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
d.      ancaman (threats) berupa :
-          Perusahaan lain yang memiliki usaha sejenis atau hampir sama.
-          Daya beli masyarakat rendah.

5.      Bersinergi menyusun perencanaan strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
                 Setelah melakukan analisa SWOT maka dibuatlah perencanaan strategis berupa langkah – langkah yang akan ditempuh guna peningkatan kinerja perusahaan antara lain :
a.      Berkaitan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama buruh:
-          Memberikan reward dan punishment.
Reward diberikan kepada buruh yang berprestasi atau bisa melebihi standart yang telah ditentukan. Sedangkan punishment diberikan kepada buruh yang belum bisa memenuhi standart  hasil kerja atau yang melanggar kedisiplinan. Reward bisa berupa bonus atau upah tambahan sedangkan punishment bisa berupa pemotongan gaji.
-          Mengadakan seminar dan pelatihan berkala.
Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas skill dan kinerja buruh.
-          Mengadakan pembinaan ruhiyah atau keagamaan.
Ini sangat penting karena sangat berkaitan erat dengan pembentukan karakter para buruh.
-          Mengadakan kompetisi menulis/lomba cipta tentang ide pengembangan produksi dan distribusi.
Ini diperlukan untuk menjaring para buruh yang berbakat dan mengembangkan perusahaan.
-          Memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh buruh seperti kantin, tempat penitipan anak, ruang ibadah, dan lain sebagainya.
-          Meningkatkan kesejahteraan buruh.
Ini sangat penting sebagai stimulasi peningkatan kinerja buruh.
b.      Berkaitan dengan peningkatan produksi.
-          Meningkatkan kualitas, kuantitas, dan variasi barang hasil produksi.
-          Menekan biaya produksi dan mengurangi beban-beban yang tidak perlu.
-          Mencari bahan baku lain yang lebih murah namun memiliki kualitas yang sama atau lebih baik.
-          Berusaha menurunkan harga barang atau paling tidak mempertahankan harga barang, dan kalau terpaksa harus menaikkan harga maka menaikkan harganya secara berkala (sedikit demi sedikit).
-          Memperbaiki atau mengganti mesin-mesin yang aus.
-          Terus menerus melakukan inovasi.
c.       Berkaiatan dengan peningkatan distribusi atau pemasaran.
-          Memperluas pangsa pasar.
-          Pengembangan metode promosi, seperti : melibatkan para buruh untuk turut serta mempromosikan hasil produksi melalui media elektronika (misal facebook), bagi-bagi stiker dan lain sebagainya.
-          Pemberian bonus kepada pelanggan bila membeli barang produksi dalam jumlah tertentu.
-          Melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan sebagai wujud kepedulian sekaligus promosi.
d.      Berkaitan dengan perbaikan manajemen.
-          Melakukan manajemen terbuka.
Manajemen terbuka sangat penting untuk menjaga hubungan dan kepercayaan serta menekan konflik antara pengusaha dan buruh sekaligus mendorong para buruh untuk berperan aktif memajukan perusahaan.
-          Perbaikan organisasi dan koordinasi pihak manajemen.
-          Mengadakan acara dengar pendapat buruh secara periodik.
6.      Saatnya bersama-sama melaksanakan strategi yang telah dibuat.  
PENUTUP
            Meminta kenaikan upah minimal bagi para buruh adalah hal yang wajar dan manusiawi asalkan kenaikan yang diminta realistis dan sesuai dengan kondisi perusahaan. Jika kenaikan yang diminta berlebih justru akan merugikan para buruh itu sendiri karena bisa jadi mereka di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaaan karena perusahaan tidak mau mengambil resiko berlebih.
            Bagi para pengusaha, melakukan PHK, mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin, atau melakukan relokasi usaha ke daerah atau negara yang memiliki upah minimum yang lebih rendah adalah dibenarkan oleh prinsip-prinsip ekonomi yatu “dengan pengorbanan yang sekecil mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang besar”. Namun hal ini bukanlah penyelesaian yang bijak karena menyelesaiakan masalah dengan menimbulkan masalah baru yaitu pengangguran. Ini solusi yang kurang manusiawi. Jadikanlah ini solusi paling akhir jika benar-benar sudah tidak ada jalan yang lain.
            Menggunakan metode “Win-Win Solution” adalah metode yang paling tepat karena merupakan jalan tengah bagi keduanya (pengusaha dan buruh) dan dapat memberikan aspek kepuasan tanpa ada yang merasa terkalahkan. Dan langsung atau tidak langsung memberikan efek positif bagi peningkatan kinerja bisnis atau produktivitas perusahaan.
            Semoga bermanfaat.


Yuni Isnaini Barokah
HP : 081329325141
barokahyuni@yahoo.com
Baron Cilik No.28 RT 02 RW 07 Bumi Laweyan Surakarta Jawa Tengah 57148

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BUKU KE-1

REVIEW BUKU KE-1 Identitas Buku Judul Buku          : Membantu Anak Punya Ingatan Super Penerbit               : PT. Elex M...