MENDIDIK
ANAK MENCINTAI AL
– QUR’AN
Oleh
: Yuni Isnaini Barokah, S.Sos
MUQODDIMAH
Menanamkan
rasa cinta pada al - Qur’an hendaklah dimulai sejak dini (masa kanak -kanak)
karena masa kanak - kanak adalah masa pembentukan watak yang utama. Bila sejak
dini telah ditanamkan kecintaan terhadap al - Qur’an maka benih - benih
kecintaan itu akan mudah membekas pada jiwa sang anak dan kelak akan
berpengaruh pada perilakunya sehari - hari. Berbeda bila kecintaan itu
ditanamkan secara terlambat di masa dewasa tentu akan mengalami banyak
kesulitan dan membutuhkan tenaga yang ekstra. Pepatah mengatakan :
“Belajar di waktu kecil laksana
mengukir di atas batu dan belajar di waktu besar laksana melukis di atas air.”
Dalam makalah ini akan kami bahas
mengenai tanda - tanda kecintaan pada al - Qur’an, tahapan mendidik anak
mencintai al - Qur’an, media pendukung dan kendala dalam menumbuhkan cinta anak
pada al - Qur’an, dan pahala bagi orang tua yang mendidik anaknya mencitai al –
Qur’an.
TANDA
– TANDA KECINTAAN PADA AL
– QUR’AN
Kecintaan
kita pada al – Qur’an tidak hanya sekedar membacanya namun mencakup semua hal
yakni membacanya dengan tartil, menghafalnya, memahami dan mentadabburinya,
mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain.
Untuk
mengetahui bahwa seseorang telah mencintai al - Qur’an maka dapat dilihat dari
tanda - tanda berikut :
1.
Senang ketika
bertemu dengannya.
2.
Duduk
bersamanya dalam waktu yang cukup lama tanpa merasa jenuh.
3.
Rindu
kepadanya ketika lama tidak bertemu dan terhalang beberapa rintangan yang
menghadangnya. Dan ia sangat berharap untuk bertemu dengannya dan menelaahnya
sambil berusaha menghilangkan rintangan - rintangan yang menghadangnya
tersebut..
4.
Sering
berdialog dengannya, percaya dengan arahan - arahannya dan selalu merujuk
kepadanya berkaitan dengan masalah - masalah kehidupannya baik yang kecil
maupun yang besar.
5.
Taat kepadanya
baik dalam perintah maupun larangan.
Jika
tidak ada tanda - tanda tersebut pada diri kita maka perlulah dipertanyakan
pada diri kita
“Sungguhkah
kita telah mencintai al - Qur’an?”
TAHAPAN
MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL
– QUR’AN
1.
Pada anak usia
2 tahun.
Pada
usia ini anak tidak mungkin bisa menghafal al - Qur’an tetapi langkah - langkah
untuk membuat anak jatuh hati pada al - Qur’an harus segera dimulai. Pada usia
ini peran orang tua sebagai teladan menjadi sangat penting dan utama dalam
mengarahkan perilaku anak. Untuk itu, hendaklah orang tua senantiasa melakukan
aktivitas yang menunjukkan kecintaan pada al - Qur’an sehingga sang anak pun
turut mencintai al - Qur’an.
2.
Pada anak usia
3 - 5 tahun.
Pada
usia ini sangat penting untuk membentuk emosi manusia, menanamkan nilai, dan
norma kehidupan. Pada usia ini anak harus diajarkan etika memperlakukan al - Qur’an,
tidak boleh merobeknya, tidak boleh meletakkannya di lantai, tidak boleh
meletakkan sesuatu di atasnya, tidak membawanya ke kamar kecil, tidak boleh
menuliskan sesuatu dalam al - Qur’an, dan harus mendengarkan jika dibacakan al
- Qur’an. Pada usia ini pula kita bisa memulai mengajarkan membaca al - Qur’an
dengan benar.
3.
Pada anak usia
6 - 10 tahun.
Pada
usia ini anak - anak masih di bawah perlindungan kaidah syariah “Perintahlah
mereka pada usia 7 tahun dan pukullah mereka pada usia 10 tahun”. Pada
tenggang waktu 7 sampai dengan 10 tahun, anak membutuhkan pendidikan, motivasi,
pengajaran, dan bukan pemukulan atau hukuman.
4.
Pada anak usia
11 - 12 tahun.
Pada
usia ini, kemampuan bersosial anak semakin luas dan hubungan antar anak semakin
kuat dengan anggota masyarakat lain terutama dengan anak - anak sebaya. Dengan
demikian, anak sudah siap bergabung bersama mereka di sekolah dan taman
pendidikan al - Qur’an untuk belajar ilmu al - Qur’an.
MEDIA
PENDUKUNG UNTUK MENANAMKAN CINTA ANAK PADA AL – QUR’AN
Beberapa media pendukung yang harus
diperhatikan oleh para pendidik dalam menanamkan cinta anak pada al – Qur’an,
antara lain :
1.
Kisah yang
sesuai dengan anak dan mengandung pendidikan dan kejadian yang menarik dan
membuat anak terpengaruh, sehingga akan membangun loyalitas mereka kepada al –
Qur’an dan menimbulkan hubungan yang erat dengan al – Qur’an.
2.
Memberikan
apresiasi kepada anak atas jerih payah yang telah mereka lakukan dalam
menghafal al – Qur’an seperti : memberikan ucapan selamat, memberikan hadiah,
mengajak refreshing, dan lain – lainnya,
3.
Anak – anak
yang menghafalkan al – Qur’an sebaiknya mendapatkan perhatian yang lebih dari
keluarga dari pada yang lain, sehingga mereka yang menghafal al – Qur’an merasa
bahwa orang yang menghafal al – Qur’an mempunyai nilai tersendiri disbanding
orang lain.
4.
Mengadakan
musabaqoh atau perlombaan, dan lain – lainnya.
KENDALA
DALAM MENANAMKAN CINTA ANAK PADA AL
– QUR’AN
Beberapa kendala yang sering kali
muncul dalam upaya menanamkan cinta anak pada al – Qur’an, yakni :
1.
Kesalahan yang
terjadi karena tidak memahami karakteristik pertumbuhan anak.
2.
Kurangnya metode
dan model pembelajaran yang dilakukan pendidik sehingga membosankan.
3.
Pengaruh
budaya dan informasi seperti TV sehingga melupakan kecintaan pada al – Qur’an.
4.
Paham dan
aliran yang tidak benar pada sebagian pendidik, misalnya pemaksan, kekerasan
dalam menghukum anak, akan mengganggu cinta anak pada al – Qur’an.
5.
Teman yang
tidak baik sehingga merusak kepribadian anak.
6.
Tidak
konsisten dalam perintah dan arahan menimbulkan cacat pada perasaan anak.
PAHALA
MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL
– QUR’AN
Hadits Rasulullah SAW,
“Tidaklah
seseorang mengajarkan al – Quran kepada anaknya di dunia kecuali ayahnya pada
hari kiamat dipakaikan mahkota surga. Ahli surga mengenalinya dikarenakan dia
mengajari anaknya al – Qur’an sewaktu di dunia.” (HR. Thabrani dari Abu
Hurairah r.a . Majma’uz –Zawaid jilid 4 hal 166).
PENUTUP
Mengingat begitu pentingnya
menanamkan kecintaan anak pada al – Qur’an maka tidak ada pilihan lain bagi
kita selaku orang tua ataupun pendidik kecuali untuk bersegera mendidik mereka
mencintai al – Qur’an. Semoga generasi penerus kita mampu menjadi genersi
Qur’ani sehinga mampu menghadapi segala tantangan zaman seberat apapun. Amiin.
MAROJI’
Ahmad
Syarifuddin, 2005, Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al – Qur’an,
Gema Insani: Jakarta.
Khalid
bin Abdul Karim, Kunci – Kunci Tadabbur Al – Qur’an, Pustaka An-Naba’: Surakarta
Sa’ad
Riyadh, DR, 2007, Mengajarkan Al – Qur’an
pada Anak, Ziyad: Surakarta.
