Jumat, 05 September 2014

REVIEW BUKU KE-1

REVIEW BUKU KE-1



Identitas Buku
Judul Buku          : Membantu Anak Punya Ingatan Super
Penerbit               : PT. Elex Media Komputindo
Penulis                 : Femi Olivia
Halaman               : XVIII + 199 Halaman      

“Apakah anak Anda mengalami masalah dalam belajar?  Bagaimana prestasinya di sekolah?” Jangan khawatir , karena telah ada strategi untuk mendongkrak kemampuan belajar anak dan meningkatkan prestasinya di sekolah. Bagaimana pun kondisi IQ anak Anda baik tinggi atau pun rendah, semua dapat diatasi dengan cara membantu memperbaiki daya ingat anak seoptimal mungkin.
            Cara pertama yang harus dilakukan untuk meningkatkan daya ingat anak adalah mengenali gaya belajar anak. Gaya belajar seseorang ada tiga macam yaitu : auditori (lebih senang belajar dengan cara mendengar dari pada membaca dan ia lebih mudah mengingat apa yang diterangkan atau didiskusikan dari pada apa yang dilihatnya), visual ( lebih mudah mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar dan lebih senang membaca sendiri dari pada dibacakan orang lain), dan kinestetik (belajar sambil bergerak atau tidak bisa diam di satu tempat dalam waktu yang lama). Tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lain karena ketiga gaya belajar ini dimiliki oleh setiap orang. Hanya saja ada satu gaya belajar yang lebih dominan pada diri seseorang. Jika seseorang belajar sesuai dengan gaya belajarnya yang dominan maka pelajaran akan lebih mudah diterima dan kemungkinan suksesnya lebih tinggi.Karena itu, Anda harus segera mengetahui gaya belajar anak Anda agar tidak salah dalam mengarahkannya. Salah satu caranya dengan mengujikan kuis atau pertanyaan pada anak Anda.
            Cara kedua adalah mengasah rasa ingin tahu anak. Semua anak secara alamiah mempunyai rasa ingin tahu. Cara orang tua merespon pertanyaan-pertanyaan mreka akan menentukan, apakah rasa ingin tahu ini akan berkembang atau mati. Untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak, beri banyak pengalaman pada anak yang membuatnya mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi dunia. Selain itu, jangan memberikan semua jawaban. Biarkan dia mencari atau mencoba sesuatu. Apakah anak ingin tahu apa yang akan terjadi jika tepung dicampur dengan air? Berikan tepung kepadanya untuk mencoba dan menemukan jawabannya. Hal ini dapat membangkitkan rasa senang  belajar seumur hidup.
            Cara ketiga adalah  menjadikan anak tabah dan ulet menghadapi masalah. Semua anak berkemungkinan merasa kecewa selama sekolah. Yang menentukan seorang anak sukses atau gagal adalah cara anak bereaksi terhadap kegagalan. Anak yang tabah adalah anak yang dapat menghadapi kesulitan atau kegagalan dan kembali bangkit lagi. Agar anak bisa tabah dan ulet maka ketika anak memperoleh nilai yang jelek dalam ulangannya maka katakanlah kepadanya bahwa dia bukan anak yang gagal, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya dengan cara mengatur strategi baru. Selain itu, berikanlah aktivitas-aktivitas yang menantang dan membuatnya harus menyelesaikan masalah dengan kompleksitas yang makin meningkat. Jelaskan kepada anak Anda, sukses tidak terjadi dalam sekejap. Menyelesaikan masalah yang baik adalah belajar menetapkan tujuan dan mencari cara untuk mencapainya.
            Cara keempat adalah membantu anak menaklukan ‘monster’ PR. Pekerjaan Rumah (PR) yang dipandang dengan rasa benci dan tegang sebenarnya mempunyai tujuan yang bermanfaat. PR mengajari anak untuk mengikuti pengarahan, menerapkan keterampilan riset dan memfokuskan perhatian serta membangun keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi hidup. Ciptakan kebiasaan belajar yang baik dengan cara membuat jadwal tetap mengerjakan PR dan menciptakan daerah belajar anak. Berikan petunjuk-petunjuk cara mengerjakan PR untuk menegaskan pentingnya pekerjaan sekolah. Tekankan pada anak Anda, mengerjakan PR mungkin tidak menyenangkan, tapi itu merupakan kunci untuk sukses di sekolah.
            Cara kelima adalah merangsang agar anak lebih berkonsentrasi belajar. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran, atau terpusatnya perhatian terhadap informasi yang diperoleh seorang siswa selama periode belajar. Konsentrasi yang baik adalah ketika seorang siswa berada dalam kondisi alfa (rileks tanpa stres ditandai dengan terbukanya 88% pikiran bawah sadar).  Agar anak konsentrasi dalam belajar maka berikan waktu belajar yang tepat dan konsisten serta tempat belajar yang ideal (bersih, tenang, nyaman, dan cahaya yang cukup).
Jangan lupa berikan nutrisi untuk otak anak, yakni dengan memberikan menu makan dan camilan yang bergizi dan mengandung vitamin dan mineral. Berikan juga multivitamin serta perbanyaklah minum air putih.
            Cara keenam adalah memilihkan cara yang mudah untuk mengingat pelajaran. Daya ingat adalah kemampuan seorang siswa untuk mengingat materi pelajaran yang diperolehnya setelah periode belajar berlalu. Daya ingat secara progresif cenderung menjadi lebih buruk dengan berlalunya waktu karena tidak melakukan kaji ulang yang baik. Industri periklanan telah lama memasang atau memadukan informasi dengan musik. Dengan menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan kanan anak, daya ingat anak akan menjadi lebih efektif. Sebagai contoh, Anda bisa membantu merangsang daya ingat anak lewat irama lagu. Misalnya irama lagu ‘Teman Tapi Mesra’ dipakai untuk menghafal pelajaran sekolahnya. Bila ada cara yang mudah, mengapa pilih cara yang susah untuk mengingat pelajaran? Pelajari cara-cara sederhana yang bisa meningkatkan dayaningat pelajaran sekolah anak.
            Cara ketujuh adalah  memvisualisasikan pelajaran. Ajarkan anak supaya pandai membayangkan dan menggambarkan pelajaran yang harus dihafalkan di otaknya. Strategi visual yang paling sederhana adalah dengan menggambar, membuat sketsa, atau mendesain suatu tabel, grafik, atau diagram.
            Cara kedelapan adalah  mengaitkan satu dengan yang lainnya. Tautkan satu materi dengan materi yang lainnya sehingga anak lebih cepat hafal dengan membuat gambaran menyeluruh di otaknya. Mengaitkan adalah salah satu bentuk visualisasi ingatan dengan urutan yang tepat. Pertama-tama anak harus mengaitkan setiap hal yang harus diingat dengan sesuatu yang berhubungan dengannya. Contohnya, untuk mengingat sepatu-piano-pohon-pensil-burung-bus-buku-anjing-pizza-bunga-bola basket-pintu-TV-kelinci-sendok-mata-kursi-rumah-komputer-batu (secara berurutan), dapat digunakan cara berikut:
1.      Sepatu dipasangkan pada setiap kaki piano.
2.      Ada banyak piano di atas pohon.
3.      Pohon itu ditembus sebuah pensil.
4.      Dan seterusnya.
Walaupun asosiasi yang dibuat agak aneh atau tidak nyambung, tapi lama kelamaan anak akan semakin mahir membuat kaitan berdasarkan imajinasinya sendiri.
Cara kesembilan  adalah meggunakan kaidah ‘taruh di tempatnya’. Dengan membuat suatu pola ruang untuk mengingat, otak kanan anak akan lebih berkembang. Ank pun jadi lebih mudah memanggil kembali pelajaran yang telah dihafalkannya. Prinsip dasar sistem ruang adalah  lokasi. Jadi seluruh hal yang harus diingat anak dihubungkan dengan tempat spesifik secara berurutan, terutama tempat yang sering dikunjungi. Contohnya, rute perjalanan ke sekolah, denah rumah, denah sekolah, atau agenda daftar hal-hal yang harus dikerjakan anak. Misalnya, kegiatan anak dari bangun pagi sampai ke sekolah urutannya, adalah :
1.      Kamar anak (saat bangun tidur)
2.      Kamar mandi
3.      Dapur (saat sarapan)
4.      Pintu depan rumah
5.      Tempat menunggu bus
6.      Tempat duduk di bus
7.      Rumah teman yang dilihat anak dari bus
8.      Pasar yang dilihat anak dari bus.
9.      Sekolah
Kemudian anak harus mengaitkan hal-hal yang harus diingatnya dengan kegiatan tersebut. Contoh yang mudah misalnya Anda meminta anak membelikan susu, gula pasir, pensil, mentega, dan sabun krim sepulang sekolah. Anda bisa meminta anak untuk membayangkan bahwa saat ia bangun tidur di kamarnya penuh dengan susu. Karena kaget ia lalu pergi ke kamar mandi tapi pintunya tidak bisa dibuka karena penuh gula pasir. Lalu ia mencari pensil di dapur untuk membuka pintu. Tapi ia justru kepeleset mentega dekat pintu depan rumah. Mudah bukan?
Cara kesepuluh adalah menerapkan kaidah ‘Buatlah jadi kelompok kecil!’. Mengingat terlalu banyak, membuat otak anak jadi capek. Lebih baik dipecah-pecah menjadi kelompok yang lebih kecil agar anak mampu mengingat lebih efektif. Sebagai contoh, jika harus mengingat sepuluh angka sekaligus, pisah-pisahkan menjadi 3 angka – 3 angka – 4 angka, misal: 26-678-6798. Atau bisa juga dengan menghafal materi dengan ketukan atau irama (dibikin lagu).
Cara kesebelas adalah  membuat singkatan. Singkatan adalah sebuah kata yang dibuat dari huruf-huruf pertama setiap kata, frase, atau kalimat yang sedang berusaha diingat oleh anak. Dengan membuat singkatan akan lebih baik bagi anak untuk mengingat. Contoh: Warna-warna pelangi (merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, ungu)  bisa disingkat menjadi Mokh.ibnu.
Cara lainnya agar anak punya ingatan super adalah dengan membuat cerita. Dengan membuat cerita maka anak akan mudah mengingat materi yang dihafalnya. Contoh, anak Anda diminta menghafal lima danau terbesar di dunia untuk pelajaran geografi :
1.      Laut Kaspia
2.      Superior
3.      Victoria
4.      Laut Aral
5.      Huron
Maka dapat dibuat cerita seperti ini:
“Kemarin aku pergi ke LAUT bersama KASPIA. Kami kemudian  naik kapal SUPERIOR ke rumah VICTORIA. Di LAUT banyak ARAL melintang karena polisi sedang mengejar HURON-an yang kabur dari penjara.
            Selain itu ajarilah anak membaca cepat. Bila anak mahir membaca cepat dan paham  intinya, materi pelajaran yang bisa dibacanya akan lebih banyak. Beberapa teknik membaca cepat antara lain : scanning, yaitu melihat pada rangkaian teks tertentu untuk menemukan informasi yang spesifik. Hal ini bisa dilakukan dengan menyimak daftar isi, kata pengantar, atau bagian-bagian lainnya. Cara lainnya adalah skimming, yaitu melihat sekilas pada bagian awal dan akhir sebuah tulisan. Jangan lupa ajari anak cara mencatat pelajaran yang efektif yakni dengan membuat peta pikiran pelajaran.
            Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membanttu anak punya ingatan super. Buku ini sangat simple dan sistematis, sangat mudah untuk diterapkan dalam membantu  proses belajar anak. Hanya saja contoh-contoh yang diberikan belum mampu menggambarkan seluruh materi yang didapat oleh anak-anak di sekolah sehingga para ibu dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan setiap materi yang ada.







REVIEW BUKU KE-1

REVIEW BUKU KE-1 Identitas Buku Judul Buku          : Membantu Anak Punya Ingatan Super Penerbit               : PT. Elex M...