Selasa, 18 Maret 2014

RAHASIA SUKSES DAKWAH VIA INTERNET

RAHASIA SUKSES DAKWAH VIA INTERNET


 “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka
dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang
siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl (16) : 125)

            Salah satu tugas utama diutusnya para Rasul ke muka bumi adalah untuk berdakwah (menyeru) manusia ke jalan Allah SWT. Dan setelah para Rasul itu tiada maka tugas dakwah ini menjadi tanggung jawab atau kewajiban bagi seluruh umat Islam. Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa dakwah merupakan kewajiban secara kolektif (fardhu kifayah), karena apabila sekelompok umat telah melaksanakan aktifitas dakwah, maka kewajiban dakwah sudah terlepas bagi kelompok umat yang lainnya.
            Dalam penyampaian dakwah, Allah SWT telah memberikan panduan pada kita yakni dengan cara yang penuh hikmah.  Penuh hikmah berarti berlaku bijaksana yakni  berbuat yang tepat dengan cara yang tepat pada waktu yang tepat pula.
Agar dakwah bisa tepat sasaran maka ada beberapa media dakwah yang bisa kita gunakan yaitu : (1) Dakwah dengan lisan / secara langsung,  seperti: ceramah dan khutbah. (2) Dakwah dengan tulisan, seperti: menulis buku atau artikel. (3) Dakwah dengan  alat visual (dapat dilihat), seperti dakwah lewat gambar atau lukisan. (4)  Dakwah dengan alat audio (dapat di dengar), seperti ceramah di radio atau tape recorder. (5) Dakwah dengan alat audio visual (dapat didengar dan dilihat), seperti televisi.  (6) Dakwah dengan keteladanan, yaitu bentuk penyampaian pesan dakwah melalui bentuk percontohan atau keteladanan dari da’i
Kini seiring dengan perkembangan zaman maka berkembang pula berbagai sarana atau media komunikasi, salah satunya adalah internet.  Internet bukan lagi hal yang istimewa atau langka karena hampir semua orang khususnya di daerah perkotaan sudah biasa menggunakan internet.  Internet sendiri adalah sebuah jaringan computer luas yang menghubungkan pemakai computer satu computer dengan computer lainnya dan dapat berhubungan dengan computer dari suatu Negara ke Negara di seluruh dunia , dimana kita dapat melakukan browsing, surfing chatting dan lain – lain. Dalam kaitannya dengan media dakwah maka internet menggabungkan beberapa media yaitu media tulis, audio, dan visual.
Mengingat banyaknya kaum non muslim, musuh-musuh Islam dan kaum liberal yang menyebarkan pemikirannya melalui internet maka berdakwah melalui internet menjadi sebuah keharusan agar dapat meluruskan pendapat-pendapat yang tidak benar tentang Islam dan sekaligus menyebarkan ilmu agama. Selain itu, efektivitas penggunaan internet menjadi pertimbangan penting bagi penggunaan internet sebagai media dakwah. Beberapa alasan bahwa internet merupakan media yang efektif untuk berdakwah adalah : (1) Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau. (2) Bisa diakses kapan saja. (3) Memberikan kebebasan kepada para pengguna internet untuk memilih situs yang mereka inginkan. (4) Cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas. (5) Jumlah pengguna internet cukup banyak tidak hanya ribuan tapi jutaan manusia baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Adapun fasilitas yang tersedia di internet yang bisa kita gunakan untuk berdakwah antara lain :
1.       Face book, yaitu media sosial yang menghubungkan orang-orang dengan rekan kerja, teman, atau bahkan orang baru dalam kehidupannya. Media ini sangat efektif untuk berdakwah karena memiliki banyak pengikut dan memberikan beberapa layanan seperti dapat mengunggah foto atau video serta berbagi tautan blog atau website sehingga status lebih menarik.
2.           Twitter, yaitu media sosial yang hampir sama dengan face book tapi lebih sederhana karena karakter pesan dibatasi 140 karakter. Salah satu perbedaan antara face book dan twitter adalah bahwa face book biasanya berisi curahan hati ingin berbagi sedangkan twitter berisi informasi.
3.           Mailing list atau Milis, yaitu merupakan daftar orang-orang yang bergabung didalam suatu komunitas tertentu yang secara periodik dikirimi surat elektronik (email).
4.           Blog, yaitu singkatan dari web log yang artinya adalah suatu bentuk aplikasi/layanan web yang dibuat untuk memudahkan user dalam mempublikasikan informasi yang dimilikinya melalui tulisan-tulisan yang dimuat dalam sebuah postingan (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Blog).
5.      Website, yaitu  merupakan sebuah kumpulan halaman-halaman situs yang tersimpan dalam sebuah server/hosting, dan teridentifikasi melalui sebuah nama yang disebut juga sebagai domain atau sub domain (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web).
Agar dakwah via face book atau twitter bisa sukses maka kita perlu (1) Membuat status yang sifatnya pendek namun jelas juga menarik dan kalau bisa disertai tautan, foto, atau video. (2) Memilih waktu yang tepat saat up date status yakni paling bagus kalau malam minggu. (3) Terus menambah jumlah pertemanan dan (4) Bersifat aktif yakni sering memberi komentar status teman sehingga bisa terjalin interaksi yang bagus dengan mereka. Sedangkan untuk dakwah melalui website atau blog maka beberapa hal yang harus kita lakukan agar sukses dalam berdakwah adalah: (1) Menampilkan artikel-artikel yang menarik dan berkualitas yakni dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, mengambil topik-topik yang hangat yang sifatnya edukatif dan informatif. (2) Konsisten dalam up date artikel secara rutin dengan topik sesuai dengan topik blog. (3) Menggunakan template yang bagus dan loading yang cepat. (4) Memberikan layanan tambahan seperti forum diskusi atau tanya jawab dan subscribe. (5) Mengaktifkan SEO (Search Engine Optimization) adalah suatu cara atau teknik untuk membuat situs atau blog kita berada pada halaman/posisi satu di mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing, dan Yahoo.

Sekedar catatan, bahwa internet merupakan media dakwah yang sangat efektif tapi bukanlah satu-satunya media yang kita pakai untuk berdakwah. Apalagi internet memiliki kelemahan yakni hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas sedangkan kalangan menengah ke bawah atau kalangan “gatek” (Gagap Teknologi) tidak bisa menikmatinya. Untuk itu, dalam berdakwah hendaknya bisa menggunakan segala media yang ada sehingga tak satu pun golongan yang tak tersentuh oleh dakwah.

Jumat, 07 Maret 2014

PENTINGNYA MEMILIKI NIAT UNTUK BERBUAT BAIK SETIAP HARI

PENTINGNYA MEMILIKI NIAT UNTUK BERBUAT BAIK SETIAP HARI

Seorang yang beriman menjalani seluruh hidupnya berdasarkan Al Qur'an, dan berusaha menerapkan secara hati-hati dari hari ke hari apa yang telah ia baca dan pelajari dalam ayat-ayatnya. Dalam segala perbuatannya, sejak saat dia bangun di pagi hari sampai waktu dia tertidur di malam hari, dia memiliki niat bahwa dalam berpikir, berbicara dan bertindak itu harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Al-Qur'an
Allah Menyatakan kepada kita dalam Al Qur'an bahwa pengabdian seperti ini yang mendominasi seluruh kehidupan orang yang beriman.
Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(Surat Al-An’am: 162)
Sejak saat seorang muslim memiliki iman, ia telah membuat keputusan untuk menghabiskan setiap saat dalam hidupnya untuk mendapatkan ridha Allah. Sejak saat itu, ia menunjukkan semangat rohani dan usaha yang besar baik dalam segi material maupun spiritual. Namun, karena kecenderungan yang melekat, seorang Muslim tidak pernah merasa bahwa imannya sudah berada pada tingkat yang cukup, sehingga selama belum sampai pada napas terakhirnya, ia selalu memiliki kesempatan untuk meningkatkan keimanannya di setiap saat dalam hidupnya.
Dengan demikian, maka setiap hari, setiap jam, setiap saat, dia harus sekali lagi membuat niat dalam hatinya untuk memperdalam imannya, memperbaharuinya dan berkomitmen untuk menghabiskan setiap saat dalam hidupnya dalam mengerjakan amal saleh sehingga mendapatkan ridhlo Allah.
Orang Yang Beriman Harus Memperbaharui Niatnya Setiap Hari
Pada saat ini, seperti saat kita sedang membaca artikel ini, kitapun dapat memperbaharui niat kita. Sejak saat ini, kita dapat berniat untuk menghabiskan waktu kita, menggunakan kesempatan kita, dan mengerahkan segenap kekuatan spiritual dan fisik kita untuk digunakan pada hal-hal yang jauh lebih berguna, penuh perhatian dan tulus
Kita bisa menilai setiap kesempatan dalam melaksanakan segala macam ibadah dengan penuh semangat. Kita bisa mengamati setiap kesempatan yang dapat menjadikan kita mendapatkan ridha Allah dan berlomba untuk melakukan amal saleh.
Kita bisa mengalami kemajuan dalam rangka mendapatkan ridha Allah jika tidak memiliki pemikiran seperti "Saya sudah membuat perbuatan yang baik ini, dan ini sudah cukup untuk hari ini," atau "Dibandingkan dengan orang lain di sekitar saya, saya sudah melakukan banyak usaha yang lebih besar, dan dalam hal apapun, saya lebih baik dari mereka",.
Apa yang dimaksud di sini adalah keadaan yang sangat berbeda dan khas dari pikiran. Tidak diragukan lagi, seorang Muslim menghabiskan setiap waktunya sesuai dengan moralitas Al-Qur'an. Namun, sikap seseorang yang membuat keputusan secara sadar dan tegas mengenai hal ini sangat jauh berbeda, untuk hati nurani seseorang yang seperti itu, hal ini sangat sensitif.
Dia sangat peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Dia lebih waspada terhadap pekerjaan yang sulit, dibandingkan dengan orang yang lain. Dia adalah orang yang selalu berbicara dengan kata-kata terbaik. Dia lebih baik, lebih damai dan lebih positif dibandingkan dengan orang yang lain.
Dia adalah orang yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang. Dia lebih memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan berusaha untuk memenuhinya, sebelum orang lain melakukannya. Dia selalu berpenampilan dengan gaya yang damai dan sesuai. Suasana hatinya sangat berbeda dan positif, dimana orang lain langsung bisa mengetahuinya.
Orang beriman Berniat untuk Hidup dengan Nilai Moral Yang Diajarkan oleh Allah dalam Al Qur'an dengan Cara Terbaik selama 24 Jam Sehari.
Apapun kondisinya, orang beriman tidak akan berkompromi dalam menunjukkan akhlak yang tinggi. Nilai-nilai mereka tidak berubah, mereka selalu menyesuaikan dengan apa yang Allah Perintah dan Ridhoi.
Mereka mengambil Muhammad Rasulullah (saw) sebagai suri tauladan mereka yang Allah Puji dalam Al Qur'an dalam kata-kata ini:
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (Surat Al-Qalam: 4)
Hanya ada satu cara untuk selamat dari hancur dalam siksaan kekal api neraka, yaitu hidup menurut Al-Qur'an dan Sunnah, dimana dengan cara ini, Alloh Menghadiahkan kepada manusia "suatu kemenangan"
Hidup dalam Al-Qur’an dan Sunnah lah yang menyelamatkan manusia dari kebodohan, di mana mereka tenggelam, cara berpikir mereka yang primitif, lingkungan yang penuh dengan stres, karakter negatif, ketakutan yang tak berdasar, keyakinan yang sesat, dimana kesemuanya inilah yang merupakan penyebab dari disiksanya dalam neraka.
Dengan menerapkan hidup berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, mereka memperoleh pemahaman dan kebijaksanaan, nilai yang lebih tinggi, lingkungan yang wajar, penuh dengan ketenangan pikiran, dan yang terpenting adalah hidup di Surga yang penuh dengan berkah tiada akhir.
Hanya ada satu cara untuk menghapus semua kecemasan, pertempuran, perang, permusuhan, kemiskinan, kemelaratan dan kemarahan yang mengisi dunia: yaitu dengan hidup sesuai dengan ajaran Al Qur'an dan Sunnah Muhammad (saw). Tidak ada cara lain bagi seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan, kesejahteraan, keadilan, kasih dan damai yang dia inginkan
Hidup menurut Al-Qur'an dan Sunnah adalah semacam sebuah tameng terhadap ketidakadilan, konflik, ketidaksetaraan, iri hati, perang, ketidakseimbangan, kotoran, ketakutan, kefanatikan, kekejaman, kekerasan, amoral, dan hal lain seperti itu adalah solusi yang paling dasar bagi manusia agar mereka dapat hidup dengan nyaman, damai, penuh kebahagiaan dan keadilan.
Meskipun demikian, dan karena mereka telah berpaling dari moralitas agama yang benar demi keuntungan kecil, keuntungan duniawi dan kelemahan manusia itu sendiri, sebagian orang menimbulkan kerusakan besar pada diri mereka sendiri. Bagi manusia, dengan berpaling dari moralitas Al-Qur'an dan Sunnah, ini berarti bahwa ia akan tetap tidak sadar akan kebenaran yang merupakan hal yang sangat penting untuk diketahuinya.
Namun, sumber daya yang telah dikumpulkan oleh dia dan manusia fana seperti dia, tidak akan cukup untuk bertahan hidup dalam situasi dan masalah yang mereka hadapi di dunia. Orang-orang seperti mereka akan menghabiskan seluruh hidup mereka didalam kecemasan, kekhawatiran, stres, ketakutan dan kesulitan, dan tidak ada solusi untuk masalah mereka. Dan pada akhirnya, mereka akan menerima situasi ini sebagai suatu yang normal dan akan menghabiskan sisa hidup mereka dalam keadaan tertipu, dan mereka berpikir bahwa penderitaan mereka adalah "sebuah kenyataan hidup", padahal keadaan seperti itu sebenarnya merupakan hukuman karena tidak menjalani hidup dengan prinsip-prinsip moralitas agama.
Orang-orang beriman yang mengikuti nilai-nilai yang ditetapkan oleh Allah dalam Al Qur'an dan membuat mereka menang atas setiap saat dalam hidup mereka, akan hidup dalam keadaan terbaik
Allah mengumumkan kabar baik untuk orang beriman dalam kata-kata berikut:
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (Surat Saba: 37)
Orang beriman mengalami efek positif dari "memperbaharui niatnya" setiap hari. Tujuan seorang beriman yang memiliki sikap moral seperti ini (selalu memperbaharui niat) adalah agar menjadi salah seorang diantara "para hamba yang paling dicintai Allah." Untuk alasan seperti ini, saat dia bisa sepenuhnya mengadopsi sikap moralitas ini, ia sekali lagi berkeinginan untuk menjadi lebih tulus, lebih sensitif terhadap ridha Allah, dan lebih teliti, hal ini akan memperdalam moralitasnya dan bahkan lebih.
Hal ini berlanjut hingga akhir hidupnya, ia tidak pernah merasa bahwa usaha dan perbuatannya yang baik ini sudah mencukupi. Akibatnya, iman, moralitas, kepribadian dan sikapnya,  mengalami kemajuan terus menerus dan pada akhirnya mencapai kesempurnaan.
Dalam Qur'an, Allah Memberi tahu kepada kita tentang karakter Muslim seperti itu, berikut ini:
Orang-orang seperti itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (Surat Al-Mu’minun: 61)
Dengan kehendak Allah, hidup sesuai dengan ajaran Al Qur'an dan Sunnah akan menjadikan orang untuk mampu mengembangkan suatu wawasan yang luas dari pemahaman, kecerdasan yang unggul, kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah, serta kemampuan untuk mempertimbangkan suatu hal secara mendalam.
Karakter-karakter seperti ini akan memastikan bahwa orang yang memiliki karakter-karakter tersebut, akan menjalani hidup setiap saat dalam kehidupannya dalam kemudahan yang berasal dari keuntungan-keuntungan ini.
Seseorang yang menjalani hidupnya dengan tunduk pada Allah dan sesuai dengan ajaran agama akan sangat berbeda dari orang lain dalam cara dia berperilaku, duduk dan berjalan, dalam sudut pandangnya dan bagaimana ia menjelaskan dan menafsirkan sesuatu hal, dan dalam solusi yang ia temukan untuk masalah-masalah yang menghadapinya.
http://id.harunyahya.com/id/Artikel/107955/PENTINGNYA-MEMILIKI-NIAT-UNTUK-BERBUAT-BAIK-SETIAP-HARI

REVIEW BUKU KE-1

REVIEW BUKU KE-1 Identitas Buku Judul Buku          : Membantu Anak Punya Ingatan Super Penerbit               : PT. Elex M...