Sabtu, 14 Desember 2013

MENJADI AMIL YANG PROAKTIF, PROFESIONAL, ADIL, DAN TEPERCAYA

MENJADI AMIL YANG PROAKTIF, PROFESIONAL, ADIL, DAN TEPERCAYA*

            Amil Zakat adalah orang yang mendapatkan tugas dari negara,  organisasi, lembaga atau yayasan untuk mengurusi zakat. Menjadi amil zakat terhitung ibadah, sebab jika berlaku amanah seperti orang berjihad. Rofi' bin Khojid ra. bercerita bahwa ia mendengar Muhammad Rasulullah saw. bersabda :
 "Seorang amil mengurusi zakat dengan benar karena Allah, maka ia sama dengan orang yang berperang di jalan Allah sampai ia pulang ke keluarganya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Adapun yang dimaksud zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy.) Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.
            Seandainya saya menjadi amil zakat maka saya akan berusaha menjadi amil zakat yang berkarakter proaktif, profesional, adil, dan terpercaya.
AMIL ZAKAT YANG PROAKTIF
            Proaktif disini maksudnya senantiasa siap bekerja untuk :
1.       Mendata dan menghimpun zakat dari para muzaqqi (orang yang berkewajiban membayar zakat) baik dengan sistem jemput bola atau dengan memberikan fasilitas penunaian zakat seperti : rekening bank, ATM, internet, dan lain sebagainya. Firman Allah SWT,
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka” (QS At-Taubah [9]: 103).
2.       Membangkitkan kesadaran berzakat dengan berbagai cara seperti : ceramah, pendidikan, maupun promosi.
3.       Mencatat, menghitung, dan menyalurkan zakat.
4.        Mendata dan menyalurkan zakat kepada para mustahiq (orang yang berhak menerima zakat).
5.       Membimbing mustahiq agar keluar dari garis kemiskinan, bisa mandiri, dan berharap bisa jadi muzaqqi.
Seorang amil hendaknya tidak hanya berpangku tangan atau duduk manis di kantor menunggu orang-orang membayar dan menyerahkan zakatnya tetapi hendaklah bersikap pro aktif. Apalagi kesadaran muzaqqi masih relatif rendah. 
AMIL ZAKAT YANG PROFESIONAL
            Profesional disini maksudnya memiliki pengetahuan yang luas tentang zakat dan juklaknya (Petunjuk Pelaksanaan), memiliki keterampilan untuk mengelola zakat, dan memiliki sikap sebagai seorang amil zakat. Dan sebagi bukti keprofesionalannya itu maka ia mampu mengemban tugas sebagai amil zakat dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu (all out), kreatif dan inovatif. Rasulullaah SAW bersabda,

” Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika seorang dari kalian bekerja, maka ia itqon (profesional) dalam pekerjaannya” (HR Baihaqi)
            Sebuah lembaga amil zakat dianggap profesional apabila:
1.       Memiliki kompetensi formal
2.       Mampu menyediaan laporan keuangan sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi lembaga
3.       Bersifat terbuka dalam pengelolaan dengan menyertakan semua unsur dalam pengambilan keputusan dan proses pelaksanaan kegiatan
4.       Memiliki para pakar di bidangnya seperti : ahli syari’ah, ahli manajemen, ahli ekonomi, dan lain sebagainya.
5.       Semua pengurus memiliki komitmen tinggi menekuni pekerjaan
6.       Patuh pada etika profesi
7.       Memiliki program beragam yang memiliki manfaat besar bagi para mustahiq dan lebih mengutamakan program pemberdayaan (produktif).

AMIL ZAKAT YANG ADIL
            Adil di sini maksudnya bersikap obyektif terutama dalam penyaluran zakat. Obyektif berarti tidak memihak dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Allah SWT berfirman dalam  Surat An Nahl : 90 ,
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”

Dalam menyalurkan zakat agar terpenuhi unsur keadilan hendaklah mengacu pada keputusan Menteri Agama RI No. 581 tahun 1999 tentang Pelaksanaan Zakat untuk mustahik sebagai berikut :
1. Hasil pendataan dan penelitian kebenaran mustahik delapan asnaf, yaitu : fakir, miskin, amil, muallaf, riqob, ghorimin, sabilillah, dan ibnu sabil.
2. Mendahulukan orang-orang yang paling tidak berdaya memenuhi kebutuhan dasar secara ekonomi sangat memerlukan bantuan.
3. Mendahulukan mustahik dalam wilayahnya masing-masing.

AMIL ZAKAT YANG TERPERCAYA
            Terpercaya di sini maksudnya adalah amanah atau bertanggung jawab, tidak berlaku khianat atau korupsi. Rasulullaah Saw bersabda :
 "Barang siapa yang meminta kami menjadikannya amil untuk suatu pekerjaan, telam kami tetapkan untuknya memperoleh uang belanja sejumlah tertentu. Maka jika ia mengambil lebih dari belanja tersebut, berarti ia telah melakukan korupsi." (HR. Abu Dawud)
Demi Allah yang jiwaku berada dalam kuasa-Nya, tidak seorang jua pun di antara kalian yang menggelapkan (harta) zakat yang ditugaskan kepadanya memungutnya, melainkan pada hari kiamat kelak dia akan memikul unta yang digelapkannya itu melenguh-lenguh di tengkuknya, atau sapi yang menguak-nguak, atau kambing yang mengembek-ngembek. “(riwayat Muslim daripada Abu Humaid as-Sa'idi)

            Keempat karakter tersebut harus ada pada pribadi seorang amil agar ia mampu mengemban amanah dengan baik. Selain keempat karakter tersebut ada dua karakter lagi yang harus ada pada amil zakat dan bahkan menjadi karakter utama yaitu beriman dan berlaku ikhlas. Tanpa dilandasi oleh dua karakter ini maka segala amal usaha tidak akan bernilai di sisi Allah SWT, perjuangan akan sia-sia dan kosong dengan makna.
*Yuni Isnaini Barokah, S.Sos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BUKU KE-1

REVIEW BUKU KE-1 Identitas Buku Judul Buku          : Membantu Anak Punya Ingatan Super Penerbit               : PT. Elex M...